Selasa, 26 November 2013

Social Learning Theory


Tau Kah Orang Tua… !
            Anak adalah titpan dari Tuhan Yang Maha Esa, dimana orang tua berkewajiban membesarkan dan menjaga titipan itu. Anak pertama kali mengenal dunia mereka adalah keluarga, terkhususnya orang tua. Anak disaat berusia 0-5 tahun, berada dalam masa golden age (keemasan).  Pada masa ini, anak meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Berdasarkan sebuah Teori Komunikasi yaitu; teori social learning yang menjelaskan bahwa Teori social learning tidak memandang manusia sebagai dikontrol oleh kekuatan-kekuatan internal, dan tidak pula sebagai boneka yang tak berdaya terhadap pengaruh-pengaruh lingkungannya. Melainkan, teori ini berpendapat bahwa sebaiknya fungsi psikologis itu dipahami sebagai suatu interaksi timbal-balik antara perilaku dengan kondisi-kondisi yang mengontrolnya. (Bandura, 1971 dalam Zimbardo, 1977:428). 
            Dari teori ini kita dapat mengambil sebuah kesimpulan, bahwasanya anak-anak yang biasa kita kenal sebagai manusia manja, tetapi dalam keadaan yang seharusnya ada, mereka adalah orang yang dewasa.  Namun, banyak dari orang tua menganggap anak yang berusia 0-5 tahun tidak bisa melakukan hal yang bermanfaat dan hanya tau bagaimana bermain, padahal jika orang tua sadar akan peranan mereka sebagai modeling (contoh) bagi putra-putri mereka maka, impian orang tua bisa menjadi impian anaknya, sehingga anak akan tumbuh menjadi orang yang penuh dengan motivasi dan percaya diri.
            Berbicara tentang sikap peniruan yang dilakukan anak misalnya; ketika orang tua mengenalkan lagu Bangun Tidur yang dipopulerkan penyanyi cilik Joshua, lagu ini menjadi pegangan bagi anak-anak. Kenapa? Dikarenakan anak mampu untuk memahami lagu dari apa yang mereka dengar.  Sehingga, banyak anak Indonesia sampai dewasa mengerti dan memahami lagu itu dan menjadi pegangan dalam meningkatkan kedisiplinan hidup mereka.  Dan begitu pun dari beberapa survey membuktikan, anak yang diajarkan mengenai cara memotong ikan, sayur-sayuran dan lain sebagainya. Ketika dewasa mereka mampu untuk menghargai sebuah masakan, karena mereka paham akan sulitnya membuat masakan tersebut.
            Maka dari itu saya mengajak kepada para orang tua, untuk menjadi modeling (contoh) bagi putra-putri generasi bangsa, yang akan menjadi penyambung tonggak estavet Bangsa Indonesia ini.  Menjadi idola bagi anak,adalah sebuah prestise (penghargaan) dari cinta seorang anak dan menjadi bukti kemampuan orang tua menjalankan peran sesuai dengan status yang disandang para orang tua..
PROFIL
Nama                           : Fitri Ismail
Tempat/tgl.lahir           : Padang Ganting, 20 Desember 1994
Hobi                            :  Membaca, mendengar, menulis dan bermain
Kepribadian         :  saya percaya hidup penuh dengan makna, tidak ada yang sia-sia dalam                                         hidup ini.
Pendidikan                  :
1. Taman Kanak-kanak Tuan Kadhi Rajo Dani, Padang Ganting tahun 1999/2000
2. Sekolah Dasar Negeri 14 Rajo Dani, Padang Ganting tahun 2001/2006
3. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Padang Ganting tahun 2006/2009
4. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Ganting tahun 2009/2012
5. Saat ini sedang melaksanakan studi di Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial   Dan Poilitik, Universitas Pajajaran. Angkatan 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar