Tau
Kah Orang Tua… !
Anak adalah titpan dari Tuhan Yang
Maha Esa, dimana orang tua berkewajiban membesarkan dan menjaga titipan itu.
Anak pertama kali mengenal dunia mereka adalah keluarga, terkhususnya orang tua.
Anak disaat berusia 0-5 tahun, berada dalam masa golden age (keemasan). Pada
masa ini, anak meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Berdasarkan sebuah
Teori Komunikasi yaitu; teori social learning yang menjelaskan bahwa
Teori social learning tidak memandang manusia sebagai dikontrol oleh kekuatan-kekuatan
internal, dan tidak pula sebagai boneka yang tak berdaya terhadap
pengaruh-pengaruh lingkungannya. Melainkan, teori ini berpendapat bahwa
sebaiknya fungsi psikologis itu dipahami sebagai suatu interaksi timbal-balik
antara perilaku dengan kondisi-kondisi yang mengontrolnya. (Bandura, 1971
dalam Zimbardo, 1977:428).
Dari teori ini kita dapat mengambil
sebuah kesimpulan, bahwasanya anak-anak yang biasa kita kenal sebagai manusia
manja, tetapi dalam keadaan yang seharusnya ada, mereka adalah orang yang
dewasa. Namun, banyak dari orang tua
menganggap anak yang berusia 0-5 tahun tidak bisa melakukan hal yang bermanfaat
dan hanya tau bagaimana bermain, padahal jika orang tua sadar akan peranan
mereka sebagai modeling (contoh) bagi
putra-putri mereka maka, impian orang tua bisa menjadi impian anaknya, sehingga
anak akan tumbuh menjadi orang yang penuh dengan motivasi dan percaya diri.
Berbicara tentang sikap peniruan
yang dilakukan anak misalnya; ketika orang tua mengenalkan lagu Bangun Tidur
yang dipopulerkan penyanyi cilik Joshua, lagu ini menjadi pegangan bagi
anak-anak. Kenapa? Dikarenakan anak mampu untuk memahami lagu dari apa yang
mereka dengar. Sehingga, banyak anak
Indonesia sampai dewasa mengerti dan memahami lagu itu dan menjadi pegangan
dalam meningkatkan kedisiplinan hidup mereka.
Dan begitu pun dari beberapa survey
membuktikan, anak yang diajarkan mengenai cara memotong ikan, sayur-sayuran
dan lain sebagainya. Ketika dewasa mereka mampu untuk menghargai sebuah
masakan, karena mereka paham akan sulitnya membuat masakan tersebut.
Maka dari itu saya mengajak kepada
para orang tua, untuk menjadi modeling (contoh)
bagi putra-putri generasi bangsa, yang akan menjadi penyambung tonggak estavet Bangsa Indonesia ini. Menjadi idola bagi anak,adalah sebuah prestise (penghargaan) dari cinta
seorang anak dan menjadi bukti kemampuan orang tua menjalankan peran sesuai
dengan status yang disandang para orang tua..
PROFIL
Nama : Fitri Ismail
Tempat/tgl.lahir : Padang Ganting, 20 Desember 1994
Hobi : Membaca, mendengar, menulis dan bermain
Kepribadian
: saya percaya hidup penuh dengan makna, tidak
ada yang sia-sia dalam hidup ini.
Pendidikan :
1.
Taman Kanak-kanak Tuan Kadhi Rajo Dani, Padang Ganting tahun 1999/2000
2.
Sekolah Dasar Negeri 14 Rajo Dani, Padang Ganting tahun 2001/2006
3.
Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Padang Ganting tahun 2006/2009
4.
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Ganting tahun 2009/2012
5.
Saat ini sedang melaksanakan studi di Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial,
Fakultas Ilmu Sosial Dan Poilitik,
Universitas Pajajaran. Angkatan 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar